Nama    : fadhlur rahman
NPM      : 12117040
Kelas     : 2KA10


Jurnal SI :
1.     1. langkah – langkah Perencanaan Strategis Sistem Informasi Dengan Menggunakan Metode Ward          And Peppard.
2.       2. kepercayaan Terhadap Teknologi Sistem Informasi Baru Dalam Evaluasi Kinerja Individual.

Jurnal
Metode
Kelebihan
Kekurangan
Langkah – langkah Perencanaan Strategis Sistem Informasi Dengan Menggunakan Metode Ward And Peppard.

Ward & peppard
1.       Memperjelas dan menerjemahkan visi & strategi
2.       Menkomunikasikan dan mengkaitkan berbagaitujuan dan ukuran strategi
3.       Merencanakan, menetapkan sasaran, dan menyelaraskan berbagai inisiatif strategis
4.       Meningkatkan umpan balik dan pembelajaraan strategis

1.       kurangnya dukungan dai pihak eksekutif atau manajemen
2.       inkomtensi secara teknologi

Kepercayaan Terhadap Teknologi Sistem Informasi Baru Dalam Evaluasi Kinerja Individual
Penelitian menggunakan sampel yang diambil dari populasi organisasi pendidikan yang menggunakan sistem baru dibandingkan dengan sistem sebelumnya yang manual.
1.       Dapat mengukur penerapan teknologi sistem informasi yang baru serta kepercayaan terhadap sistem informasi baru tersebut terhadap peningkatan kinerja individu pemakai.
2.       Menyimpulkan bahwa kepercayaan terhadap sistem informasi baru dan teknologi sistem informasi baru terhadap peningkatan kinerja individu menunjukan hasil yang positif.
1.       Jumlah sampel yang masih kurang representatif (rules of thumb minimal 100 sampel), sampel diambil hanya dari lingkungan S1 Akuntansi dan Msi Akuntansi dan Manajemen UGM saja sehingga belum dapat mewakili populasi organisasi pendidikan yang sesungguhnya.











Rangkuman
Jurnal 1
Dewasa ini perkembangan teknologi semakin pesat diiringi perkembangan sistem
informasi yang berbasis teknologi. Perkembangan sistem informasi tersebut perlu
didukung banyak faktor yang diharapkan dapat memberikan kesuksesan dari sistem
informasi itu sendiri yang tercermin melalui kepuasan pemakai sistem informasi. Suatu
sistem informasi akan sukses apabila didukung oleh beberapa faktor pendukungnya,
diantaranya partisipasi pemakai (Chandrarin dan Indriantoro,1997; Setianingsih dan
Indriantoro, 1998; Restuningdiah dan Indriantoro, 2000; Suryaningrum, 2003; dan Lau,
2003). Organisasi yang memiliki kebijakan dan aturan yang memberikan keleluasan bagi
kreatifitas individu akan mendorong seseorang untuk lebih memaksimalkan kesuksesan
pengembangan sistem informasi (Dian, 2004).
Salah satu cara agar organisasi bisnis mampu bersaing dengan para kompetitornya
adalah dengan menggunakan sistem informasi, tidak sedikit organisasi bisnis yang
mengeluarkan dana besar dalam investasi sistem informasi tersebut. Rockart (1995;
dalam Irwansyah,2003) menyatakan bahwa teknologi informasi merupakan sumber daya
keempat setelah sumber daya manusia, sumber daya uang, dan sumber daya mesin yang
digunakan manajer untuk membentuk dan mengoperasikan perusahaan.

Jurnal 2
Ada tiga sasaran utama dari upaya penerapan SI/TI dalam suatu organisasi. Pertama,
memperbaiki efisiensi kerja dengan melakukan otomasi berbagai proses yang mengelola
informasi. Kedua, meningkatkan keefektifan manajemen dengan memuaskan kebutuhan
informasi guna pengambilan keputusan. Ketiga, memperbaiki daya saing atau
meningkatkan keunggulan kompetitif organisasi dengan merubah gaya dan cara berbisnis
(Ward and Peppard, 2002).
Namun sering ditemukan bahwa penerapan TI kurang berpengaruh terhadap
peningkatan kinerja dan kesuksesan bisnis organisasi maupun peningkatan daya saing
organisasi. Hal tersebut terjadi akibat penerapan SI/TI yang hanya berfokus pada
teknologinya saja. Oleh karena itu, cara efektif untuk mendapatkan manfaat strategis dari
penerapan SI/TI adalah dengan berkonsentrasi pada kaji ulang bisnis (rethinking business)
melalui analisis masalah bisnis saat ini dan perubahan lingkungannya serta
mempertimbangkan TI sebagai bagian solusi (Earl, 1992).
Permasalahan di dalam penerapan SI/TI pada suatu organisasi dapat dikatakan
sebagai paradoks produktivitas (Roach, 1994). Dimana didalam penerapan SI/TI sudah diimplementasikan secara baik, namun dari sisi lain seperti halnya keamanan, sumber daya
manusia, transparansi, dan lain-lain bersifat sebaliknya. Sebagai contoh Komisi Pemilihan
Umum (KPU) telah menginvestasikan sedikitnya Rp. 200 milyar untuk pengadaaan
perangkat dan aplikasi SI/TI dengan harapan agar penghitungan suara hasil pemilu dapat
berjalan dengan cepat, akurat dan transparan. Dalam beberapa hal penayangan hasil
perhitungan suara sudah memenuhi kriteria kecepatan yang diinginkan, namun demikian
akurasi dan transparansi masih menjadi persoalan yang berbuntut pada keraguan terhadap
masih diperlukannya SI/TI dalam pemilu-pemilu berikutnya. Jika ditambahkan dengan
persoalan rentannya sistem keamanan yang melekat pada SI/TI KPU, belum tersedianya
komputer dan jaringan komunikasi secara merata di seluruh Panitia Pemungutan Suara
(PPS) di tingkat kecamatan, serta persoalan manajemen sistem informasi yang dinilai
masih tidak standar, dapat diperkirakan persoalan paradok produktivitas SI/TI di KPU
makin menjadi nyata.











               


kesimpulan
Jurnal 1

        Perencanaan Strategis SI/TI digunakan untuk menyelaraskan antara kebutuhan
strategi bisnis dan strategi SI/TI untuk mendapatkan nilai tambah dari suatu organisasi dari
segi keunggulan kompetitif.
         Proses identifikasi kebutuhan informasi Perencanaan Strategis Sistem Informasi
dimulai terlebih dahulu dari lingkungan organisasi yang memuat visi, misi, dan tujuan
organisasi, dilanjutkan kepada identifikasi terhadap lingkungan internal dan eksternal
organisasi, serta identifikasi internal dan eksternal SI/TI lingkungan organisasi, yang
kemudian proses penentuan peluang SI/TI dapat dilaksanakan ketika kebutuhan informasi
yang didrive dari tujuan organisasi telah semuanya teridentifikasi.
Hasil dari Perencanaan Strategis SI/TI ini menjawab permasalahan pemanfaatan
SI/TI suatu organisasi, adapun hasil identifikasi dari perencenaan strategis sistem
informasi adalah terbentuknya portofolio aplikasi SI/TI.

Jurnal 2

Secara umum dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kepercayaan terhadap
sistem informasi baru dan teknologi sistem informasi baru terhadap peningkatan kinerja
individu menunjukkan hasil yang positif. Penambahan variabel kepercayaan terhadap
sistem informasi baru makin meningkatkan kinerja individu pemakai.
Hasil penelitian ini dapat menjadi pertimbangan bagi organisasi/perusahaan
bahwa penerapan teknologi sistem informasi baru beserta adanya kepercayaan dari
pemakai terhadap sistem informai baru dapat meningkatkan kinerja individu pemakai
sehingga output yang dihasilkan bisa optimal bagi organisasi/perusahaan.
















Daftar Pustaka




Komentar